Pendataan Situs Tinggalan di Nusa Penida

  • 23 Juni 2015
  • Dibaca: 283 Pengunjung
Pendataan Situs Tinggalan di Nusa Penida

Klungkung, salah satu pusat kerajaan zaman dulu, banyak menyimpan berbagai peninggalan berupa prasasti maupun benda-benda purbakala serta keberadaan banyak  pura maupun yang lainya.  Keberadan pura termasuk kahyangan jagat tersebar di pelosok-pelosok desa hingga di Nusa Penida.

“Kita kerja sama semua pihak, baik Bendesa serta Perbekel di Nusa Penida agar mendaftarkan keberadaan situs, baik itu keberadaan  pura atau peninggalan purbakala yang lainnya. Khusus untuk pura harus dilengkapai dengan purana (lontar, red) dan bangunan tersebut minimal 50 tahun ke atas,” ujar Kabid Bina Budaya Disbudpar Klungkung  Drs. Ida Bagus Bayu Pati Putra saat ditemui, Senin (22/6).

Dirinya juga  menyampaikan, semua data yang masuk terlebih dahulu dindenfikasi, klarifikasi ulang yang akan disampaikan ke Dinas Kebudayaan diteruskan ke Balai Pelestarian dan Cagar Budaya. Sosialisasi sudah dilakukan diberbagai kecamatan, Nusa Penida paling terkhir. “Kajian tim ahli yang akan menentukan lolos atau tidak,” tuturnya. Dia berharap kepada Bendesa dan Perbekel pendataan situs peninggalan lebih awal disetorkan ke Dinas. Menggali beberapa  situs yang ada peningggalan di Nusa Penida. Tahapan mekanisme yang dilalaui nantinya sesuai dengan UU No 11 tahun 2010, Pemerintah Daerah mendata, Pengembangan serta pelastarian situs peninggalan.

Menurut  Bendesa Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul. I Dewa Ketut Tayanegara, sebagai negara yang lama dijajah Belanda dan Jepang, Nusa Penida menyimpan berbagai peninggalan.  Sebut saja Gumbleng sebagai penyimpan air hujan banyak ditemui di beberapa Desa. Goa Jepang, sisa kapal yang karam, sementara pabrik pembuatan kapur kebetulan berada di Desa Pakraman kami layak diusulkan sebagai cagar budaya,” harapnya.

  • 23 Juni 2015
  • Dibaca: 283 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita